Youtuber dan Selebgram Dikenai Pajak, Berapa Nominalnya?

  • Whatsapp
Pajak youtuber

Tidak perlu kaget ketika mendengar adanya pajak youtuber dan selebram yang diterapkan baru-baru ini. Karena sesungguhnya perihal mengenai pajak youtuber dan selebram ini sudah diatur pada peraturan baru yang dibuat oleh menteri keuangan.

Sebenarnya, penerapan pajak ini diterapkan untuk segala macam jenis usaha E-Commerce atau perdagangan elektronik. Hal ini pun yang kemudian memunculkan biaya-biaya tertentu untuk pembayaran pajak youtuber dan selebram dikarenakan mereka juga mendapatkan uang dari internet atau dapat diistilahkan sama dengan para pelaku usaha online yang mendapatkan penghasilan dengan berdagang di Internet.

Apabila nominal yang didapatkan per tahun berkisar Rp. 4,8 miliar, maka pajak youtuber dan selebgram yang perlu dibayarkan tersebut sebesar 0,5% dari penghasilannya. Apabila penghasilan youtuber dan selebgram tersebut lebih dari Rp. 4,8 miliar maka pajak yang dikenakan berkisar 10% dari penghasilan yang didapat.

Hal ini dilakukan semata-mata untuk mempermudah administrasi pada pihak-pihak yang melakukan sistem E-Commerce dan juga dapat sekaligus membantu negara dalam membangun segala infrastruktur yang dibutuhkan.

Potensi Pajak Influencer Capai 15 Triliun

Google Indonesia mengklaim pengguna aktif YouTuber Indonesia kurang lebih sudah menembus angka 50 juta. 250 di antaranya paling sedikit menghasilkan sekitar $17.000 (Tujuh belas ribun dolar US) dalam setahun. Sementara pengguna Instagram di Indonesia sudah berkembang pesat hingga mencapai 22 juta akun instagram.

Sejak tahun 2013, pemerintah melalui Dirjen Pajak menjanjikan akan “mencari formula tepat” terkait pajak untuk para influencer serta e-commerce. Ketentuan pajak yang sudah ada dinilai belum cukup maksimal untuk menarik pendapatan negara dari pajak penghasilan para youtuber, selebgram atau selebritas dunia maya, terutama dari segi pengawasan.

Padahal perputaran transaksi online e-commerce nasional tahun lalu sudah mencapai Rp100 triliun. Dirjen Pajak memperkirakan potensi penerimaan negara dari bisnis ini mencapai Rp15,6 triliun per tahun.

Dapat disimpulkan bahwa, apabila penghasilan sebagai youtuber atau selebgram yang dihasilkan besar, maka tidak menutup kemungkinan juga akan mengeluarkan biaya yang besar untuk pajaknya. Pembayaran pajak youtuber dan selebgram yang diterapkan ini diharapkan bisa semakin memajukan sesama dan memajukan bangsa dengan terpenuhinya pajak untuk pembangunan infrastruktur yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Gk papa juga sih pajak kan hanya utk penghasilan tertentu d atas 4.5jt perbulan