Cerita Sang Buruh Tani yang Sukses bisnis Telur

  • Whatsapp
Buruh Tani yang Sukses Berbisnis Telur

 

Bisnis Telur Buruh Tani

Bisnis telur yang dilakoni Cicih, sang buruh tani dari desa Kiarajangkung, Sukahening, Tasikmalaya, Jawa Barat kini berangsur memperbaiki kondisi kehidupannya bersama keluarga. Sekitar 6 bulan lalu Cicih mendapat bantuan 50 ekor ayam kampung petelur kualitas unggul dari Kementan (Kementerian Pertanian). Ayam bantuan tersebut dirawatnya secara baik dan mulai bertelur.

Awalnya Cicih mendapat bantuan ayam yang masih berupa bibit ayam. Cicih bersama suami mendapat bantuan bibit ayam, kandang, pakan, beserta obat-obatan. Cicih mengaku belum ada pengalaman memelihara ayam. Namun, Cicih mendapat bimbingan dari Bumdes atau Badan Usaha Milik Desa hingga mengetahui cara terbaik memelihara ayam.

Cicih dan suami belajar merawat dan membesarkan ayam. Siapa sangak jika ayam-ayam yang dipelihara kini mulai memberi hasil. Telur yang dihasilkan berlimpah. Sehingga tidak hanya bisa dikonsumsi, tetapi telur-telur dari ayam petelur juga bisa dijual dan memberi tambahan penghasilan.

Hasil Berlimpah

telurminggu

Menurut Cici setiap minggu ayam petelur bisa menghasilkan banyak telur. Namun, jumlahnya tidak pasti. Terkadang dalam satu hari ada 7 telur atau 5 telur. Adapun telur berukuran kecil dimakan sendiri, sementara telur berukuran besar dikumpulkan untuk dijual ke Bumdes dengan harga per butir 1500 rupiah.

Apa yang dilakukan Cici dalam ketekunannya berlatih beternak telur tentu patut dicontoh. Karena bisnis tidak harus diawali dengan hal besar. Seperti bisnis telur yang sejatinya cukup menjanjikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *