Bisnis Hero Supermarket dan Nasibnya di Tahun 2019

  • Whatsapp
Bisnis Hero Di Tahun 2019
Hero Supermarket. Dok TEMPO

Nasib Bisnis Hero Di Tahun 2019

 

Bisnis Hero sebelumnya dikenal sebagai bisnis supermarket besar. Supermarket Hero sendiri menyasar segmen menengah ke atas. Siapa sangka, jika supermarket raksasa ini tengah menghadapi tantangan besar tahun ini.

Tantangan yang dihadapi supermarket Hero bukan tantangan biasa. Kerugian operasional, maraknya belanja online, sampai regulasi yang rumit menjadi beberapa masalah berarti yang membuat kondisi Hero tidak stabil. Ada pula tekanan persaingan yang makin ketat. Misalnya perubahan pola konsumsi di masyarakat yang diakui lebih gemar belanja online dengan alasan lebih praktis.

Seperti yang diketahui beberapa waktu lalu Hero dipaksa menutup 26 gerai dan melepaskan 500 pekerja. Hal ini dilakukan dalam rangka efisiensi dan menekan risiko beban. PHK yang dilakukan Hero sendiri bukan kali pertama, melainkan sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Adapun terhitung sejak tahun 2014 sampai 2018, jumlah karyawan supermarket Hero terus menurun sampai menembus angka 3.043 karyawan. Nyatanya biaya beban usaha karyawan Hero cukup besar yakni mencapai 1 triliun rupiah atau sekitar 35% dari beban total usaha. Karenanya supermarket Hero terus mengupayakan segala cara agar induk usahanya mampu bertahan.

Upaya Hero Memperbaiki Nasib

Banyak cara sudah dilakukan Hero untuk memperbaiki nasibnya, termasuk di tahun 2019 ini. Setelah harus memecat ribuan karyawan Hero kini memulai gerai anak usaha baru. Anak usaha yang dimaksud hadir dengan nama beda seperti Guardian dan Giant. Lantas, bagaimana nasib bisnis Hero selanjutnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *